Berbagi Informasi Menarik!

Kriteria Rumah Sehat Keluarga

Kriteria Rumah Sehat Keluarga

Siapa yang tak mendambakan tinggal di sebuah rumah maupun area permukiman yang sehat. Baik itu sehat secara lingkungan atau psikologis.

Secara luas, rumah sehat diindikasikan mampu menjadi ruang berlindung, menyatukan sebuah keluarga, meningkatkan tumbuh kembang kehidupan setiap manusia, dan mengisi bagian dari gaya hidup penghuninya.

Kriteria rumah yang sehat dibagi menjadi empat aspek; harus dapat memenuhi kebutuhan fisiologis, harus dapat memenuhi kebutuhan psikologis, harus dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan, serta harus dapat mencegah terjadinya penularan penyakit.

Standar ini sejalan dengan kriteria rumah sehat menurut American Public Health Asociation (APHA) yakni:

Memenuhi kebutuhan dasar fisik
  • Rumah harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat mencegah perubahan udara ekstrim yang terjadi. Sebaiknya, temperatur udara dalam ruangan paling sedikit 4°C dari temperatur udara luar di daerah tropis. Umumnya temperatur kamar 22°C – 30°C.
  • Rumah harus terjamin pencahayaannya yang dibedakan atas cahaya matahari (penerangan alami) serta penerangan dari nyala api lainnya (penerangan buatan).
  • Rumah harus mempunyai ventilasi yang sempurna sehingga aliran udara segar dapat terjaga. Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan, sedangkan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5% luas lantai, sehingga jumlah keduanya menjadi 10% dari luas lantai ruangan.
  • Rumah harus dapat melindungi penghuni dari gangguan bising berlebihan, karena dapat berakibat pada kesehatan (telinga) baik secara langsung maupun dalam jangka waktu relatif lama.
  • Rumah harus memiliki luas yang cukup untuk aktivitas serta anak-anak bermain. 

Melindungi dari penyakit
Rumah harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat melindungi penghuninya dari kemungkinan penularan penyakit atau zat-zat yang membahayakan kesehatan.

Dari segi ini, maka rumah yang sehat adalah rumah yang di dalamnya tersedia air bersih yang cukup dengan sistem perpipaan yang optimal.

Selain dari segi hunian dan aspek-aspek di dalamnya, yang tak kalah penting adalah bagaiman si penghuni rumah dapat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi asupan yang baik bagi tubuh.

Di samping harus rutin berolahraga, bagi masyarakat modern yang dituntut beraktivitas maksimal acapkali tidak memerhatikan kondisi tubuh sehingga rentan terhadap penyakit.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah rutin mengonsumsi makanan dan minuman yang bermanfaat bagi tubuh seperti yoghurt.

Menurut Martin Natadipraja seorang food consultant yang juga ahli nutrisi, kandungan yang ada dalam yogurt terdiri dari bakteri lactobascillus. Bakteri ini memiliki peran penting dalam menjaga nutrisi tubuh, sehingga kebal terhadap berbagai penyakit.

Senada dengan Martin, Direktur Utama PT. Prima Lakto Sehat Iwan Santoso (produsen minuman yogurt Yoforia) menyebutkan, minuman praktis ini cocok untuk kaum urban yang sangat sibuk dalam berbagai kegiatan.

Sebab yoghurt memiliki banyak manfaat termasuk meredam penyebaran bakteri penyebab bau mulut. “Saat ini bagi masyarakat urban, sangat baik mengonsumsi 2-3 porsi yoghurt dalam sehari dan dapat dijadikan sebagai teman sarapan, makan siang, atau sesudah makan malam,” katanya.

“Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih mengingat pentingnya menjaga kesehatan pencernaan setiap hari, terutama saat bulan puasa yang tinggal beberapa bulan lagi, agar dapat beribadah dengan maksimal. Kandungan probiotik hidup yang ada dalam Yoforia, sangat membantu menjaga kondisi tubuh saat menjalani aktivitas sehari-hari," tukasnya.

0

0 komentar:

Posting Komentar