Berbagi Informasi Menarik!

Sebelum Si Kecil Ikut Les, Simak Saran Pakar untuk Les Anak Prasekolah


Sebelum Si Kecil Ikut Les, Simak Saran Pakar untuk Les Anak Prasekolah

Beberapa orang tua memilih untuk mengikutsertakan anak dalam les ketika anak memiliki kesulitan. Beberapa diantaranya mendaftarkan si kecil les agar bisa menjadi apa yang diinginkan orang tuanya. Memang mengikut sertakan anak untuk les sedari dini bisa membantu untuk menemukan minat dan bakat. Namun, sudahkah anda tahu apa saja yang harus diperhatikan sebelum mengirim anak ke les anak? Simak ulasan berikut.

Perlukah Anak Ikut Les Di Usia Prasekolah?

Dalam mendampingi tumbuh kembang sang buah hati, banyak orang tua yang khawatir akan perkembangan sang anak. Tidak jarang para orang tua mempertimbangkan si kecil untuk mengikuti beberapa kursus anak. Saat usia si kecil menginjak 5 tahun namun belum bisa membaca membuat orang tua khawatir apalagi, kemampuan tersebut sangat dibutuhkan untuk masuk SD. Sehingga les membaca menjadi pertimbangan bagi orang tua.

Menurut seorang psikolog Maria Herlina Limyati, M.Si, Psi perlu atau tidaknya les untuk anak usia prasekolah sangat tergantung pada kebutuhan dari sang anak. Apabila orang tua menghendaki ingin sang anak ikut les anak sebaiknya untuk disesuaikan dengan perkembangan anak. Jika ingin les musik, apakah anak sudah mampu untuk memegang alat musik jika belum berarti anak belum siap untuk mengikuti les.

Orang tua harus bisa membedakan ambisi orang tua dan juga kasih sayang sebelum mengikutsertakan anak untuk les. Mengingat tujuan orang tua semua sama yakni mendorong kecerdasan anak dengan berbagai cara positif. Namun harus benar-benar diyakinkan bahwa mengikutkan anak les bukan untuk memproyeksikan cita-cita orang tua yang belum kesampaian kepada anak.  

Namun sejumlah psikolog berpendapat bahwa pendidikan prasekolah kemungkinan ada yang melupakan dasar pengajaran dini. Atau lembaga tersebut belum mengantisipasi kemungkinan terburuk jika anak belajar sesuatu terlalu dini. Jadi sebelum memutuskan anak untuk mengikuti kursus ada baiknya untuk orang tua menekankan apakah les memang benar dibutuhkan oleh sang anak.

Perhatikan Tujuan Anak Ikut Les Tersebut

Jika orang tua mendaftarkan anak untuk les gambar agar anak dapat berinteraksi bersama temannya dengan cara yang menyenangkan, mengapa tidak mengajak buah hati anda untuk bergaul dengan teman sebayanya di lingkungan tempat tinggal. Tidak usah memasukkan anak dalam les jika tujuannya hanya untuk berinteraksi saja. Segala sesuatu pelatihan bisa dilakukan sendiri di rumah, tidak hanya lebih hemat juga anda jadi memiliki momen bersama si kecil.

Ketika kedua orang tua bekerja, mengikutsertakan anak pada berbagai kursus bukan menjadi solusi untuk meningkatkan keterampilan anak. Justru quality time orang tua dan si buah hati adalah kebutuhan yang sangat penting untuk anak usia prasekolah. Kecuali jika orang tua tidak percaya diri untuk mengajari sendiri seperti les mengaji atau kesenian yang lainnya. Dengan begitu tujuan mengikutsertakan anak dalam kursus harus diperhatikan.

Tidak menjadi masalah misalnya anda mencoba program percobaannya terlebih dahulu untuk lebih mengetahui minat dan bakat anak. Salah satu yang bisa anda coba adalah les gambar digital 3D milik ESDA. Apalagi jika tontonan hariannya adalah deretan animasi yang berbasis edukasi. Hal ini bisa dijadikan untuk melihat ketertarikan sehingga jika usianya sudah cukup anda bisa menfasilitasinya dan memberikan dukungan.

Kursus untuk anak prasekolah tidak harus dilakukan di lembaga kursus terkenal, orang tua juga bisa melakukannya sendiri di rumah. Orang tua harus sangat bijak dalam hal ini mengingat efek jangka panjang bisa didapat jika anak tidak ingin dan merasa di paksa. Menyesuaikan kemampuan dan usia juga sangat penting dalam memberi kursus pada anak prasekolah.
0

0 komentar:

Posting Komentar